Bismillahhirohmannirohhim.
Assalamualaikum Wr. Wb.
Hi semua salam hangat dari saya Moulidatul Khalifah yang ingin melanjutkan pencarian naskah-naskah kuno guna memenuhi syarat mata kuliah filologi yang diberikan dosen sastra Universitas Mataram.
Pada postingan ini saya akan melanjutkan pencarian naskah saya yang dimana pada postingan sebelumnya saya mencari naskah kuno di Tanak Kaken Kecamatan Sakra Lombok Timur, ingin saya kembali kesana tetapi waktu saya tidak banyak untuk menempuh jarak jauh dikarenakan sedang menjalani Program Pengalaman Lapangan (PPL), membuat laporan dan banyak kegiatan lainnya yang membuat saya tidak bisa kembali kesana dan saya beralih mencari naskah yang berada disekitar Mataram yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh akhirnya saya mengikuti kedua teman saya yang sebelumnya sudah mencari naskah kuno ditempat itu sebelumnya.
Pemegang naskah yang ada di daerah Monjok kota Mataram bernama Bapak Aseh. Pada hari senin, 11 November 2019 saya dan kedua teman saya merencanakan perjalanan mencari naskah kuno di daerah Monjok Pemamoran Kecamatan Selaparang Kota Mataram sebelum itu kami menghubungi Pak Aseh terlebih dahulu dan ternyata beliau belum bisa ditemui dikarekan mati lampu dan beliau bisa ditemui pada hari Kamis malam setelah sholat magrib. Akhirnya pada hari Kamis, 14 November 2019 saya pergi ke rumah Pak Aseh setelah sholat Magrib, saya pergi menggunakan sepeda motor sebelumnya kedua teman saya menghubungi saya dan mengatakan dia pergi terlebih dahulu dan menunggu di rumah Pak Aseh setelah itu saya menyusul, sedikit tersesat tapi alhamdulillah saya bisa menemukan jalannya. Sesampainya di sana saya disambut ramah oleh keluarga Pak Aseh terutama istrinya yang sedang duduk sambil membuat perapian panggangan menggunakan seng bekas tiba-tiba langsung bangun dan menyambut kita dengan ramah, menyiapkan tikar diberugak dan memanggil Pak Aseh. Kami disuruh tunggu sebentar karena Bapak lagi sholat Isya. Pada saat menunggu Pak Aseh istri Pak Aseh memberikan kami 3 cangkir teh dan 1 cangkir kopi untuk Pak Aseh, kami merasa merepotkan istri Pak Aseh karena kami datang dengan tangan kosong. Setelah beberapa menit Pak Asih datang menghampiri dan beliau berkata bahwa tujuan kami datang untuk mencari naskah karena kedua teman saya memang sudah datang sebelumnya.
Beliau menceritakan sedikit tentang kehidupannya istilahnya basa basi karena saya belum berani membuka pembicaraan karena baru pertama kali datang kesana. Singkat cerita kami menanyakan tentang naskah yang kita cari,sebelum naskah itu di bahas beliau bercerita tentang teko tua yang dialasi nampan berisi air kembang digunakan untuk kurisan atau aqikah konon katanya teko itu tidak boleh dipegang atau dipinjam oleh orang lain kecuali keluarganya sendiri. Berikut ini gambar teko tua ;
Saya sempat bertanya tentang tradisi kurisan yang sakral menggunakan pinang, beras kuning, kapas,daun sirih, potong ayam dan sebagainya. Pembicaraan kita berlangsung lama beliau mengatakan apabila ia membawa naskah yang ditulis dengan daun lontar itu iya akan selamat. Beliau bercerita tentang perjalanannya ketika berada di Manado ada air tiga warna yang apabila orang masuk kedalam area sana iya tidak akan selamat dan tidak akan keluar dari tempat itu. Beliau pernah memasuki area itu dan semua temannya memanggil karena takut iya tak kembali, setelah iya kembali dan berada di bus ternyata ia memasuki kawasan itu tidak merasakan apapaun dan biasa saja. konon katanya ayah beliau Kiyai dan naskah itu turunan dari sunan. Singkat cerita Pak Asih Membuka naskah yang beliau pegang, sebelumnya ia membuka naskah beliau membaca doa dalam hati. Bismillahirohmannirohim. Assalamualaikum.wr.wb. (berdoa) dan beliau berkata tidak perlu terlalu sakral karena kita hanya percaya kepada Allah SWT takutnya jadi syirik.etelah membaca doa beliau langsung menceritakan isi dari naskah tersebut.
Cerita naskah yang di tulis dengan daun lontar ini adalah cerita Nabi bercukur dan di beri nama Paras Nabi atau sejarah nabi bercukur. Naskah kuno yang dipegangnya diberi nama atau judul “Paras Nabi (Nabi Bercukur)” oleh leluhurnya karena naskah ini menceritakan bagaimana sejarah Nabi Muhammad SAW yang sedang dicukur atau dikuris bahasanya. Naskah Paras Nabi ini ditulis menggunakan daun lontar dengan bahasa askara lama atau bahasa sangsekerta. Naskah Paras Nabi adalah naskah dimana pada zaman dulu malaikat jibril diutus oleh Allah SWT untuk memberitaukan Nabi Muhammad SAW. akan dicukur pada bulan Ramadan, saat malaikat mendatangi Nabi Muhammad SAW. Disitukan dikatannya ke Nabi bahwa beliau akan dicukur “silahkan apa yang diperintahkan oleh Allah dikerjakan”. Bergitulah jawab Nabi SAW. “Hari apa bulan apa saya siap dicukur? Coba tanyakan”. Malaikat Jibril diperintahkan oleh Nabi Muhammad dan dia pergi menanyakan pada Allah SWT dan beritaulah bulan apa hari apa dan tanggal berapa Nabi Muhammad akan dicukur. “ jadi saya akan dicukur pada hari dan tanggal ini, lalu rambut saya mau diapakan dan dibawa kemana ? coba tanyakan lagi. “ ujar Nabi Muhammad. Malaikat Jibril pun menyampaikan pertanyaan Nabi Muhammad. Nanti rambut itu akan diambil oleh masing-masing bidadari yang memegangnya untuk dijadikannya sebagai ajimat yang dapat melindunginya, nanti juga para bidadari keluar dari surga akan datang pada saat Nabi Muhammad dicukur rambutnya dengan membawa daun agar rambut Nabi Muhammad SAW tidak jatuh ditanah. Setelah mengetahui hal tersebut Nabi pun mengiyakan untuk dicukur sehingga pada hari dan bulan Nabi dicukur semuanya sudah berkumpul.
Berikut ini gambar Naskah Paras Nabi ;
“Bismillahirrohmanirrohim Dini kaule hanurun, ceritene Nabi Haparas. Dini wang hangapus ringgite, cerite handike nabi, pakse langkunging sang kakot moge dohing tulak sari pinatut basa Jawi, kayat pamulane dangu, mangke kedah ngong wikan, dadi penglipuring brangti, singamaca moga doh bale hing dunia”
Artinya: “Dengan nama Allah yang Maha pemurah lagi Maha penyayang saya menurunkan, cerita nabi bercukur. Karena aku mengganti hurufnya, cerita baginda Nabi, maksud para ahlinya, semoga dijauhkan dari bala, menggunakan bahasa jawa, pada awalnya hurufnya Arab, karena saya ingin mengetahui, menjadi pelepas lara, barang siapa yang membaca, mudah-mudahan dijauhkan dari bala bala di dunia”.
Saya sangat tertarik dengan naskah kuno karena dengan mempelajari naskah kuno kita dapat mengetahui sejarah yang ada di dunia. Sekian cerita perjalanan mencari naskah kuno dari saya, apabila ada kesalahan mohon dimaafkan dan diluruskan. Semoga bermanfaat bagi yang membacanya.
- Terimakasih.
Wassalamualaikum.Wr.Wb.







